I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keberadaan situ-situ dalam suatu wilayah berfungsi menciptakan keseimbangan hidrologis untuk tata air permukaan dan air tanah, serta sebagai suatu bentuk ekosistim yang terdiri dari sumber air, kehidupan akuatik dan daratan yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya permukaan air sehingga situ mampu mempengaruhi iklim mikro dan keseimbangan ekosistim disekitarnya. Bila situ-situ tersebut menyempit atau bahkan hilang menjadi daratan disebabkan oleh adanya pendangkalan atau direklamasi, maka hilang pula fungsinya sebagai pengendali banjir dan sebagai penyeimbang ekosistim.
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keberadaan situ-situ dalam suatu wilayah berfungsi menciptakan keseimbangan hidrologis untuk tata air permukaan dan air tanah, serta sebagai suatu bentuk ekosistim yang terdiri dari sumber air, kehidupan akuatik dan daratan yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya permukaan air sehingga situ mampu mempengaruhi iklim mikro dan keseimbangan ekosistim disekitarnya. Bila situ-situ tersebut menyempit atau bahkan hilang menjadi daratan disebabkan oleh adanya pendangkalan atau direklamasi, maka hilang pula fungsinya sebagai pengendali banjir dan sebagai penyeimbang ekosistim.
Ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumberdaya alam hayati maupun non hayati makin meluas. Ironisnya kerusakan alam ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. Manusia yang merupakan unsur utama dalam alam semesta ini haruslah bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di alam karena manusia adalah sebagai pengguna, perusak dan akhirnya diharapkan menjadi pelestari alam.
Banyak terlihat dan dirasakan dampak dari perbuatan-perbuatan manusia yang merusak alam dan lingkungan tersebut seperti perubahan iklim yang tidak menentu, pemanasan global, krisis air dll.
Laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan yang semakin meningkat serta krisis ekonomi menjadi salah satu faktor ancaman kerusakan lingkungan. Karena seseorang/kelompok melakukan segala cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya tersebut. Contohnya yaitu perburuan liar, penebangan pohon ilegal, perdagangan satwa maupun flora. Sehingga berkurangnya sumberdaya alam hayati maupun non hayati di alam makin meluas. Manusia yang merupakan unsur utama dalam alam semesta ini haruslah bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di alam karena manusia adalah sebagai pengguna, perusak dan akhirnya diharapkan menjadi pelestari alam.

