Pendidikan konservasi perlu dilakukan sejak dini karena dimulai dari situlah mereka diajak untuk dapat mengenal dan memahami pentingnya kelestarian/konservasi alam sehingga dengan sendirinya akan timbul kesadaran, pola pikir dan sikap/tindakan positif terhadap alam. Melalui guru yang dilatih diharapkan penyebaran informasi tentang konservasi alam dapat disebarluaskan kepada siswa di masa depan yang akan menjadi pemimpin bangsa yang mempunyai keberanian, bertangggung jawab, menjunjung tinggi nilai etika dan mempunyai visi yang berwawasan lingkungan.
Berdasarkan kelanjutan hasil kerjasama pihak IWF dan TN. Gunung Ciremai (TNGC), Pendidikan Konservasi Alam Angkatan ke-20 dilaksanakan di wilayah TNGC tepatnya di Majalengka. Kita ketahui bersama bahwa wilayah TNGC memiliki 2 wilayah kerja/seksi yaitu Kuningan dan Majalengka. Maksud kegiatan pendidikan konservasi alam bagi guru Sekolah Dasar (SD) di sekitar kawasan TNGC, Majalengka Jawa Barat adalah memberikan informasi tentang konservasi sumberdaya alam. Tujuannya menambah wawasan dan pengetahuan para guru tentang konservasi alam; menumbuhkan kesadaran guru akan arti pentingnya konservasi alam; mengubah sikap, pola pikir dan perilaku guru terhadap konservasi alam.
Dalam rangka mendukung program Pemerintah/Departemen Kehutanan, The Indonesian Wildlife Conservation Foundation (IWF) bekerjasama dengan Botani Square Bogor dan Kodim 0606 Bogor, menyelenggarakan kegiatan one man one tree “sa urang sa tangkal” dengan membagikan ±1.000 pohon/bibit kayu keras seperti mani’i, rasamala, meranti, sengon, mahoni dan pohon produksi seperti jeruk kip, mangga harum manis, jambu biji merah. Kegiatan launching ini dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Oktober 2009 di Botani Square Bogor.
Dalam rangka Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun ajaran 2009/2010, IWF bekerjasama dengan BPK-Penabur Lampung menyelenggarakan Pendidikan Konservasi Alam/Lingkungan Hidup bagi siswa/siswi SMP dan SMA pada hari Rabu, 15 Juli 2009 di Taman Wisata Lembah Hijau, Lampung.
Ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumberdaya alam hayati maupun non hayati makin meluas. Ironisnya kerusakan alam ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia.

