Daftar Istilah
| No. | Istilah | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Abyssal | Daerah laut dalam, di bawah bathyal, di bawah 2 km. Airnya dingin, gelap abadi, oksigen sedikit. |
| 2 | Aerob | Mikroba yang hidup memerlukan oksigen |
| 3 | Aerobis | Makhluk atau mikroba yang bersifat aerob. |
| 4 | Akar Bahar | Hewan sebangsa Coelenterata yang rangka spikulanya dari bahan gorgorin yang mirip keratin (zat tanduk), sehingga lentur. Dari ordo Gorgonacea. |
| 5 | Akar Hawa/nafas | Akar tumbuhan air atau rawa di atas tanah/air untuk masuk oksigen, contoh akar Sonneratia sp. |
| 6 | Akar Lidi | 1) Akar sebesar lidi. 2) Kangkung |
| 7 | Anaerob | Mikroba yang hidup atau mendapat energi tanpa oksigen. Mikroba anerob (bakteri dan ragi) dimanfaatkan untuk memproduksi alkohol, asam cuka, dll. |
| 8 | Arus | Gerakan air yg menyebabkan terjadinya perpindahan massa air secara horizontal. |
| 9 | Bathyal | Daerah kedalaman 200-2000 m di laut, dingin dan sedikit sampai tak ada cahaya matahari sama sekali. |
| 10 | Benthos | Makhluk yang hidup pada bagian dasar kedalaman laut atau danau, seperti Arthropoda, Annelida, Molusca dan ikan laut dalam. |
| 11 | Biodegradable | Suatu ampas organik yang dapat mengalami penghancuran atau penguraian oleh mikroba di alam, seperti oleh bakteri, jamur, protozoa, cacing dan kumbang, akhirnya jadi bahan anorganik. Senyawa logam, plastik dan minyak bumi lazimnya adalah non-biodegradable. Namun kini ada beberapa jenis bakteri yang dapat mengurai derivat minyak bumi dan direkayasa agar dapat membantu manusia mengatasi masalah pencemaran lingkungan oleh minyak. Beberapa senyawa pestisida dan herbisida sulit pula terurai di alam, karena tak ada mikroba atau proses alamiah yang bisa menghasilkan enzim pengurainya. |
| 12 | Biogas | Gas hasil penguraian bahan organik, seperti sampah, gambut dan limbah ternak. Gas ini lazimnya adalah metan. Bahan organik buangan diurai secara fermentasi (pernafasan anaerobik) oleh berbagai bakteri saprofit. |
| 13 | Biogeokimia | Daur perubahan suatu unsur (anorganik) jadi senyawa (bahan organik) atau sebaliknya di alam, antara makhluk hidup (produsen, konsumen dan dekomposer), dan faktor fisik berupa tanah, air dan udara. Faktor fisik ini disertai terjadinya proses eksogen (erosi, pelapukan, dan sedimentasi) dan endogen (gempa, sesar, dan letusan gunung api). Biasanya berlaku bagi asimilasi C, N, S dan P dari bentuk anorganik di tanah/akuatik menjadi bentuk organik dalam tubuh makhluk, lalu terurai lagi jadi bentuk anorganik di alam. |
| 14 | Biologik | Daur suatu zat atau unsur, misal C dan N, antara bentuk bahan sederhana (anorganik) menjadi bahan kompleks (organik), dengan melewati makhluk hidup. Dalam daur ini terlibat (1) produsen (tumbuhan hijau yang menghasilkan senyawa C dan N yang kompleks (organik) berupa karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat; (2) konsumen, hewan yang makan senyawa organik itu; dan (3) dekomposer, yakni mikroba (jamur, ganggang dan bakteri) yang menguraikan senyawa organik menjadi unsur anorganik kembali di alam. |
| 15 | Bioteknologi | Teknologi yang menggunakan makhluk hidup, pada umumnya berupa mikroba (bakteri, jamur) untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia. Proses fermentasi oleh bakteri dan jamur untuk memproduksi alkohol, asam cuka dan lain-lain bahan organik termasuk bioteknologi sederhana. Bioteknologi modern menggunakan teknik rekayasa genetik (DNA rekombinan) untuk memproduksi bahan organik dan bioaktif, yang biasanya dengan menggunakan bakteri dan ragi sebagai pabriknya. |

