• Beranda
  • Tentang IWF
    • Organ IWF
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Program Kerja
  • Berita
  • Kegiatan
    • 2009
    • 2010
    • 2011
  • Rubrik Info
    • Flora
      • Maskot
      • Daftar yang Dilindungi
    • Fauna
      • Maskot
      • Daftar yang Dilindungi
    • Lain-Lain
      • Daftar Istilah
      • Ekosistem
      • Artikel
  • Komentar Pegiat
  • Gallery
  • Buku Tamu
Daftar Istilah

No. Istilah Keterangan
1 Abyssal Daerah laut dalam, di bawah bathyal, di bawah 2 km. Airnya dingin, gelap abadi, oksigen sedikit.
2 Aerob Mikroba yang hidup memerlukan oksigen
3 Aerobis Makhluk atau mikroba yang bersifat aerob.
4 Akar Bahar Hewan sebangsa Coelenterata yang rangka spikulanya dari bahan gorgorin yang mirip keratin (zat tanduk), sehingga lentur. Dari ordo Gorgonacea.
5 Akar Hawa/nafas Akar tumbuhan air atau rawa di atas tanah/air untuk masuk oksigen, contoh akar Sonneratia sp.
6 Akar Lidi 1) Akar sebesar lidi. 2) Kangkung
7 Anaerob Mikroba yang hidup atau mendapat energi tanpa oksigen. Mikroba anerob (bakteri dan ragi) dimanfaatkan untuk memproduksi alkohol, asam cuka, dll.
8 Arus Gerakan air yg menyebabkan terjadinya perpindahan massa air secara horizontal.
9 Bathyal Daerah kedalaman 200-2000 m di laut, dingin dan sedikit sampai tak ada cahaya matahari sama sekali.
10 Benthos Makhluk yang hidup pada bagian dasar kedalaman laut atau danau, seperti Arthropoda, Annelida, Molusca dan ikan laut dalam.
11 Biodegradable Suatu ampas organik yang dapat mengalami penghancuran atau penguraian oleh mikroba di alam, seperti oleh bakteri, jamur, protozoa, cacing dan kumbang, akhirnya jadi bahan anorganik. Senyawa logam, plastik dan minyak bumi lazimnya adalah non-biodegradable. Namun kini ada beberapa jenis bakteri yang dapat mengurai derivat minyak bumi dan direkayasa agar dapat membantu manusia mengatasi masalah pencemaran lingkungan oleh minyak. Beberapa senyawa pestisida dan herbisida sulit pula terurai di alam, karena tak ada mikroba atau proses alamiah yang bisa menghasilkan enzim pengurainya.
12 Biogas Gas hasil penguraian bahan organik, seperti sampah, gambut dan limbah ternak. Gas ini lazimnya adalah metan. Bahan organik buangan diurai secara fermentasi (pernafasan anaerobik) oleh berbagai bakteri saprofit.
13 Biogeokimia Daur perubahan suatu unsur (anorganik) jadi senyawa (bahan organik) atau sebaliknya di alam, antara makhluk hidup (produsen, konsumen dan dekomposer), dan faktor fisik berupa tanah, air dan udara. Faktor fisik ini disertai terjadinya proses eksogen (erosi, pelapukan, dan sedimentasi) dan endogen (gempa, sesar, dan letusan gunung api). Biasanya berlaku bagi asimilasi C, N, S dan P dari bentuk anorganik di tanah/akuatik menjadi bentuk organik dalam tubuh makhluk, lalu terurai lagi jadi bentuk anorganik di alam.
14 Biologik Daur suatu zat atau unsur, misal C dan N, antara bentuk bahan sederhana (anorganik) menjadi bahan kompleks (organik), dengan melewati makhluk hidup. Dalam daur ini terlibat (1) produsen (tumbuhan hijau yang menghasilkan senyawa C dan N yang kompleks (organik) berupa karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat; (2) konsumen, hewan yang makan senyawa organik itu; dan (3) dekomposer, yakni mikroba (jamur, ganggang dan bakteri) yang menguraikan senyawa organik menjadi unsur anorganik kembali di alam.
15 Bioteknologi Teknologi yang menggunakan makhluk hidup, pada umumnya berupa mikroba (bakteri, jamur) untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia. Proses fermentasi oleh bakteri dan jamur untuk memproduksi alkohol, asam cuka dan lain-lain bahan organik termasuk bioteknologi sederhana. Bioteknologi modern menggunakan teknik rekayasa genetik (DNA rekombinan) untuk memproduksi bahan organik dan bioaktif, yang biasanya dengan menggunakan bakteri dan ragi sebagai pabriknya.
 1 2 3 4 5 Berikutnya » 
VIDEO
LINK
Departemen Kehutanan
Kementrian Lingkungan Hidup
DATA PENGUNJUNG
YAHOO! MESSENGER


Jl. Haji Batong Raya No.3 Cilandak Barat Jakarta Selatan 12430
Telp. (62-21) 7695658 - Fax (62-21) 75909559 email : iwf@indo.net.id
© 2011 http://iwf.or.id