Keindahan bulu & kakinya yg tdk terlihat karena pendek, memunculkan anggapan bahwa cendrawasih adalah burung surgawi. Tak heran bila orang menyebutnya sebagai bird of paradise dari keluarga Paradisaeodae. Cendrawasih banyak tersebar di Indonesia bgn timur, terutama Papua, Ternate, Pulau Aru & beberapa pulau kecil di sekitarnya. Juga dijumpai di Papua Niugini, Australia & pulau-pulau yg berdekatan. Bulu indah terutama terdapat pd cendrawasih jantan. Umumnya bulu-bulunya sangat cerah dgn kombinasi dari hitam, coklat kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau & ungu. Species cendrawasih yg terkenal antara lain adalah Paradisaea apoda, Paradisaea minor, Cicinnurus regius & Seleucidis melanoleuca. Burung ini hidup menyendiri di lembah pegunungan hutan tropis & biasa bersarang di atas kanopi pohon yg tinggi besar. Ukuran dewasa jantan sekitar 46 cm sampai ekor, sayapnya 61 cm dari ujung ke ujung. Cendrawasih betina biasanya bertelur dua butir, mengerami dan membesarkan anaknya sendiri. Cendrawasih tergolong omnivora dgn memakan buah, biji-bijian, serangga, siput & kadal kecil. Species cendrawasih dilindungi sejak tahun 1931 dengan Undang Undang Perlindungan Margasatwa Nomor 266 Tahun 1931. (Sumber: Virtual Zoo/Perhutani.com) Kompas, Jum'at 12 Juli 2002

