MENYAMBUNG KEMBALI TATANAN EKOSISTIM
YANG TERPUTUS DI SITU GINTUNG
Merehabilitasi Tatanan Ekosistim Situ Giuntung
Situ Gintung dengan luas 21 ha terletak di Pemkot Tangsel pada hari jumat pagi tanggal 23 Maret 2009 telah terjadi musibah akibat jebolnya tanggul sehingga memakan korban manusia lebih dari 100 orang, termasuk ratusan rumah yang hancur dan rusak serta puluhan kendaraan terbawa air bah.
Yang jadi korban terutama masayarakat yang menghuni didekat dekat bantaran saluran pembuangan, serta perumahan dibagian hilir kali Pesanggrahan. Pemerintah melalui Kementrian terkait dengan sigap melakukan upaya merehabilitasi dan membangun tanggul yang kokoh seperti yang kita saksikan pada saat ini. Situ sudah mulai berfungsi kembali sebagai sumber resapan air tanah dan menjadi tampungan air permukaan yang berasal dari air hujan disekitarnya.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa ekosistim situ Gintung pada saat sebelum jebol merupakan ekosistim yang stabil berfungsi sebagai sumber plasma nutfah dari berbagai biota air seperti plankton, ikan , moluska air, reptil termasuk kodok, kura-kura dan ular air. Terjadinya musibah menyebabkan tatanan kehidupan di situ tersebut hilang musnah terbawa air ke daerah hilir.
Secara alamiah tatanan ekosistim secara pelan akan kembali. Kami dari IWF yang peduli terhadap hidupan liar bekerjasama dengan pemerintah Kota Tangerang Selatan pada hari ini akan turut menyambung kembali tatanan ekosistim dengan menebar berbagai jenis ikan (mas, nila, tawes, patin) dan kijing (Anodonta woodiana) diharapkan bisa mempercepat pemulihan kembali kepada ekosistim semula.
Pada hari ini juga kami akan mendemontrasikan kepada masyarakat tentang pemanfaatan kijing dengan melakukan implant akrilik untuk bisa menghasilkan mutiara blister air tawar (fresh water pearl), yang saat ini kita mengenal perhiasan tersebut berasal dari negeri China. Insya Allah pada suatu saat nanti Pemkot Tangsel menjadi bagian yang memproduksi dan memasarkan dengan menjual komoditi perhiasan tersebut ke daerah lainya di Indonesia bahkan bisa menjadi komoditi export dari Tangsel.

