Banyak terlihat dan dirasakan dampak dari perbuatan-perbuatan manusia yang merusak alam dan lingkungan tersebut seperti perubahan iklim yang tidak menentu, pemanasan global, krisis air dll.
Sikap manusia yang serakah dan memanfaatkan SDA dengan tidak mempertimbangan prinsip kesinambungan telah membuat mereka lupa akan pentingnya keseimbangan ekosistem di alam dan mengakibatkan berubahnya fungsi kawasan/lahan sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu minimnya pendidikan dan pengetahuan juga menjadi faktor penyebab mereka melakukan tindakan tersebut.
Maksud dilaksanakannya kegiatan PKA ini memberikan informasi tentang konservasi sumberdaya alam. Tujuannya adalah menambah wawasan dan pengetahuan para guru tentang konservasi alam; menumbuhkan kesadaran guru akan arti pentingnya konservasi alam ; mengubah sikap, pola pikir dan perilaku guru terhadap konservasi alam. Ketiga hal tersebut diatas merupakan bekal bagi guru agar mereka dapat memberikan pemahaman praktis masalah konservasi alam kepada anak didik. Metoda pelatihan ini adalah learning by games, belajar sambil bermain.
Kegiatan Pendidikan Konservasi Alam bagi Guru Sekolah Dasar (SD)/Madrasah telah dilaksanakan di Sekitar Balai Taman Bali Barat, Gilimanuk, Bali selama 2 hari (Jumat-sabtu), tanggal 22 – 23 Juli 2011.
Peserta pendidikan konservasi alam berjumlah 19 orang seluruhnya adalah guru dari Sekolah Dasar Negeri di sekitar kawasan TN. Bali Barat, dan tidak ada staf fungsional dari TN. Bali Barat yang ikut. Jumlah peserta laki-laki secara keseluruhan adalah 14 orang dan perempuan 5 orang. Seluruh peserta tersebut merupakan angkatan 28. Hari pertama yaitu pemaparan materi dilakukan di ruang aula kantor BTN. Bali Barat, dan pelaksanaan hari kedua yaitu praktek lapang dilakukan di Bumi Perkemahan Bali Barat. Seluruh peserta dinyatakan lulus karena mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan selesai.
Tanggal Kegiatan : 22 Juli 2011

