Ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumberdaya alam hayati maupun non hayati makin meluas. Ironisnya kerusakan alam ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. Manusia yang merupakan unsur utama dalam alam semesta ini haruslah bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di alam karena manusia adalah sebagai pengguna, perusak dan akhirnya diharapkan menjadi pelestari alam.
Kurangnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga alam menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya yang sangat mendasar menyentuh jiwa setiap orang akan pentingnya pelestarian lingkungan bagi kelangsungan hidup bersama. Salah satunya adalah melalui pendidikan konservasi. Pendidikan konservasi haruslah dimulai sejak dini karena dimulai dari situlah mereka diajak untuk dapat mengenal dan memahami pentingnya kelestarian/konservasi alam sehingga dengan sendirinya akan timbul kesadaran, pola pikir dan sikap/tindakan positif terhadap alam.
Maksud dilaksanakannya kegiatan PKA ini memberikan informasi tentang konservasi sumberdaya alam. Tujuannya adalah menambah wawasan dan pengetahuan para guru tentang konservasi alam; menumbuhkan kesadaran guru akan arti pentingnya konservasi alam mengubah sikap, pola pikir dan perilaku guru terhadap konservasi alam.
Ketiga hal tersebut diatas merupakan bekal bagi guru agar mereka dapat memberikan pemahaman praktis masalah konservasi alam kepada anak didik. Metoda pelatihan ini adalah learning by games, belajar sambil bermain.
Kegiatan Pendidikan Konservasi Alam bagi Guru Sekolah Dasar (SD)/Madrasah telah dilaksanakan di Sekitar Balai Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur selama 2 hari (Rabu-Kamis), tanggal 20 – 21 Juli 2011.
Peserta pendidikan konservasi alam berjumlah 28 orang seluruhnya adalah guru dari Sekolah Dasar Negeri di sekitar kawasan TN. Baluran, dan tidak ada staf fungsional dari TN. Baluran yang ikut. Jumlah peserta laki-laki secara keseluruhan adalah 19 orang dan perempuan 9 orang. Seluruh peserta tersebut merupakan angkatan 27. Hari pertama yaitu pemaparan materi dilakukan di kantor Kepala Balai TN. Baluran dan pelaksanaan hari kedua yaitu praktek lapang dilakukan di pantai Bama. Seluruh peserta dinyatakan lulus karena mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan selesai.
Tanggal Kegiatan : 20 Juli 2011

