• Beranda
  • Tentang IWF
    • Organ IWF
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Program Kerja
  • Berita
  • Kegiatan
    • 2009
    • 2010
    • 2011
  • Rubrik Info
    • Flora
      • Maskot
      • Daftar yang Dilindungi
    • Fauna
      • Maskot
      • Daftar yang Dilindungi
    • Lain-Lain
      • Daftar Istilah
      • Ekosistem
      • Artikel
  • Komentar Pegiat
  • Gallery
  • Buku Tamu
08 Desember 2011 oleh admin3
Makan Ikan Cegah Serangan Jantung

 

Ironis memang Indonesia dengan negara yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan memiliki potensi kaya akan hasil perikananya, namun tidak sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi ikan. Tingkat konsumsi ikan laut masyarakat Indonesia saat ini ternyata masih cukup rendah. Menurut data Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP), pada tahun 2010 tingkat konsumsi ikan nasional masyarakat Indonesia hanya mencapai sebanyak 30,47 kg per kapita per tahun. Angka itu masih di bawah perolehan tingkat konsumsi ikan masyarakat Negara tetangga Indonesia yakni Negara Singapura dan Malaysia. Di Singapura, tingkat konsumsi ikan di negaranya mencapai 37,9 kg per kapita per tahun dan di Malaysia lebih tinggi lagi yakni sebesar 55,4 kg per kapita per tahun. Apalagi dengan negara Jepang yang mayoritas penduduknya menyukai makanan olahan hasil laut,  tingkat konsumsinya mencapai 150 kg per kapita per tahun lebih besar 5 kali lipat di banding Negara Indonesia. Di Negara Jepang memang mayoritas penduduknya mengemari untuk mengkonsumsi ikan, tidak heran bila tingkat konsumsi per kapita per tahunnya lebih tinggi. Memang sungguh aneh, negara dengan sebagian besar wilayahnya adalah lautan untuk mengkonsumsi ikan saja tingkat konsumsi masyarakatnya masih jauh dari negara-negara tetangga yang sebagian besar wilahnya bukan lautan.


Kurangnya kesadaran dan ajakan untuk gemar mengkonsumsi makan ikan menyebabkan Masyarakat Indonesia kurang menggemari untuk mengkonsumsi ikan selain itu adanya mitos yang menyebabkan bila mengkonsumsi ikan bisa menyebabkan cacingan adalah adalah faktor yang membuat masyarakat Indonesia kurang gemar untuk mengkonsumsi ikan. Sebenarnya menurut penelitian para ahli kandungan gizi pada ikan sangat tinggi sekali, terutama ikan air laut sangat berguna bagi kesehatan. Selain untuk menjaga kesehatan tubuh, kandungan asam omega 3 pada ikan laut sangat berguna untuk menanggulangi sejumlah penyakit degeneratif, seperti jantung, penyumbatan pembuluh darah, kanker, dan hipertensi.

 

Konsumsi ikan secara kontinyu juga terbukti mampu menghambat dampak buruk penyakit jantung. Menurut ahli gizi, mengkonsumsi ikan 30 gram sehari, dapat menekan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50 persen. Sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa pasien penderita penyakit jantung yang mengkonsumsi ikan sebanyak 3 kali seminggu ternyata hidupnya lebih panjang dibandingkan pasien yang tidak memakan ikan. Begitu juga kematian akibat penyakit jantung pada masyarakat nelayan ternyata jauh lebih rendah dibandingkan pada masyarakat di pedalaman. Dalam ikan terdapat kandungan Protein, Vitamin A dan D, Zat Besi, Yodium, dan Asam Lemak yang bersifat essensial atau asam lemak tidak jenuh yang sangat bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan menjaga kestabilan kadar kolesterol. Berdasarkan tulisan yang dimuat di Agro Indonesia vol. VII, No. 372, 25 tanggal 25-31 Oktober 2011 tentang “Gerakan Mendorong Ibu Hamil Makan Ikan” ditulis bahwa kandungan omega 3 dan 6 yang terdapat pada ikan dapat bermanfaat untuk mempercepat tumbuh kembang bayi, membuat anak balita lebih aktif, dan terhindar dari beberapa penyakit.

 

Sekarang ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengkampanyekan Gerakan Mekan Ikan (Gemarikan) guna meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Ini merupakan pekerjaan rumah bersama guna meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk gemar mengkonsumsi ikan sejak dini, dengan gemar mengkonsumsi ikan diharapkan dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang pintar dan berkualitas demi membangun negeri ini agar lebih baik lagi.

(Mulyadi, A.Md, Staf Umum IWF)

« Kembali


VIDEO
LINK
Departemen Kehutanan
Kementrian Lingkungan Hidup
DATA PENGUNJUNG
YAHOO! MESSENGER


Jl. Haji Batong Raya No.3 Cilandak Barat Jakarta Selatan 12430
Telp. (62-21) 7695658 - Fax (62-21) 75909559 email : iwf@indo.net.id
© 2011 http://iwf.or.id